📅 {{ hariTanggal }}⏱️ {{ timerDisplay }}⚠️ Kurang dari 5 menit!
⏰ Waktu habis. Silakan lihat hasil.
🌈 Wacana 1: Puisi "Pelangi"
Pelangi
Pelangi indah di langit biru
Warna-warni begitu mempesona
Aku ingin terbang setinggi pelangi
Menjelajahi dunia yang penuh warna
— Karya Siswa [2]
Unsur Analisis
Deskripsi
Tema
Keindahan alam dan impian
Kata Konkret
pelangi, langit, biru, warna
Kata Indah/Majas
mempesona, terbang, menjelajah
Perasaan
Kagum, senang, ingin berpetualang
Tabel 1. Analisis unsur puisi "Pelangi" [2]
1.3 Literal (D1)
1. Berdasarkan tabel, apa tema dari puisi "Pelangi"?
2.1 Inferensial (D2)
2. Apa perasaan penyair setelah membaca puisi tersebut?
4.1 Ekspresi (D4)
3. Kata apa saja yang membuat puisi ini indah?
👩👧 Wacana 2: Puisi "Ibu"
Ibu
Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
Hanya mata air air matamu ibu
Bila kasihmu ibarat samudera
Sempit lautan teduh
— Zawawi Imron [3]
Larik Puisi
Makna Konotatif
Majas
musim kemarau
kesulitan, masa sulit
Metafora
mata air air matamu ibu
sumber kehidupan, doa ibu
Simbol
kasihmu ibarat samudera
kasih ibu tidak terbatas
Simile
lautan teduh
ketenangan, kedamaian
Personifikasi
Tabel 2. Analisis makna konotatif dan majas puisi "Ibu" [3]
1.3 Literal (D1)
4. Berdasarkan tabel, apa makna konotatif dari "musim kemarau"?
2.2 Evaluatif (D2)
5. Majas apa yang digunakan pada larik "kasihmu ibarat samudera"?
2.3 Sintesis (D2)
6. Apa pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi tersebut?
📜 Wacana 3: Perbandingan Puisi Rakyat
Puisi 1
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian [10]
Puisi 2
Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
Kalau mulut tajam dan kasar
Boleh ditimpa bahaya besar [10]
Aspek Perbandingan
Puisi 1
Puisi 2
Jumlah Bait
1 bait
1 bait
Jumlah Baris
4 baris
4 baris
Jumlah Suku Kata
8-9 suku kata
9-10 suku kata
Pola Rima
a-b-a-b
a-a-b-b
Jenis Puisi
Pantun
Gurindam
Pesan
Bersusah payah dahulu, bersenang kemudian
Pikir sebelum bertindak, jaga ucapan
Tabel 3. Perbandingan puisi rakyat [6][9][10]
1.3 Literal (D1)
7. Berdasarkan tabel, berapa jumlah suku kata pada Puisi 1?
2.1 Inferensial (D2)
8. Apa jenis puisi dari Puisi 2 berdasarkan pola rimanya?
4.3 Literasi Digital (D4)
9. Sebuah artikel online mengatakan bahwa "kedua puisi tersebut memiliki jumlah suku kata yang sama". Berdasarkan tabel, bagaimana kebenaran pernyataan tersebut?
🌳 Wacana 4: Puisi "Hutan"
Hutan
Berdiri beriringan di jalan yang gersang
Deru suara motor besar kepalang
Membuat salju debu kian berhambur
Pepohonan di sekitar kehilangan wajahnya [5][8]
Baris ke-
Imaji
Majas
Suasana
1
Penglihatan
-
Gersang, kering
2
Pendengaran
-
Bising, ramai
3
Penglihatan
Metafora "salju debu"
Berdebu, kotor
4
Penglihatan
Personifikasi "kehilangan wajah"
Sedih, kehilangan
Tabel 4. Analisis imaji, majas, dan suasana puisi "Hutan" [5][8]
1.3 Literal (D1)
10. Berdasarkan tabel, imaji apa yang terdapat pada baris ke-2?
2.2 Evaluatif (D2)
11. Majas apa yang digunakan pada baris ke-4 "pepohonan kehilangan wajahnya"?
3.2 Minat (D3)
12. Setelah mempelajari analisis puisi, apakah kamu tertarik untuk menulis puisi sendiri?
📊 Profil Literasi Apresiasi Puisi
Profil Apresiasi
D1: Pemahaman Isi Puisi{{ persenD1 }}%
D2: Analisis Unsur Puisi{{ persenD2 }}%
D3: Minat & Kreativitas{{ persenD3 }}%
D4: Ekspresi & Evaluasi{{ persenD4 }}%
🔍 Analisis Apresiasi Puisi
💪 {{ d }} KUAT⚠️ {{ d }} PERLU DITINGKATKAN⚖️ Kemampuan cukup merata di semua aspek
Kriteria Umum: {{ kriteriaLevel }}
📋 Rekomendasi Pengembangan:
{{ deskripsiLevel }}
📚 Daftar Pustaka (Sitasi)
[1] Tanya Wis lah. (2025). Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester 1 Kurikulum Merdeka. https://tanya.wislah.com/
[9] Tribunjambi.com. (2023). Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Halaman 42, Tabel Perbandingan Puisi. https://jambi.tribunnews.com/
[10] SMOL.id. (2024). Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka Halaman 46: Perbandingan Puisi Rakyat. https://www.smol.id/
Catatan: Soal-soal apresiasi puisi dikembangkan berdasarkan materi Bahasa Indonesia SMP Kurikulum Merdeka [1][6][7], dengan fokus pada pemahaman isi puisi [2], analisis majas dan makna konotatif [3][5], serta perbandingan puisi rakyat [6][9][10].